Posts

[Life Journal] Tulisan Mini di Sore Hari

Hello, it's me... Selamat sore dari Pamulang!  Seperti judulnya, cuma mau nulis mini aja. Singkat dan ngga mau muluk-muluk. Sebenernya kemarin-kemarin lagi banyak ide buat nulis di blog. Tapi pas tadi udah sign in, bingung mau nulis apa. I feel like "what should i write in this blog?" blup! Hilang semua, ide-ide emas cemerlang ting-ting-ting (apasih). Jadiii, yah aku nulis mini aja ya. Bukan cerpen lho, bisa dibilang ini coretan iseng penulis. Asik, penulis. Aminin aja deh ya :D Berhubung akhir-akhir ini aku selalu menyempatkan diri untuk baca novel, aku jadi kepikiran untuk buat resensi novel-novel favoritku di blog ini. So, stay with me, guys! eeee~ maksudnya, stay tune :p Aku cerita sedikit tentang perjalananku dalam mencintai membaca buku *asik. Sejak masih kecil (sekarang masih kecil kok), aku sudah dibiasakan untuk membaca oleh ayah. Jadi, udah langganan beberapa majalah dari kecil. Seperti, bobo, mombi, bee magazine, dan masih ada bebera...

[Life Journal] Nasihat Singkat Berbuah Hadiah

Twitter. Salah satu media sosial favoritku dalam berburu informasi. Aku pun menjadi 'pengikut' aktif beberapa akun Twitter penerbit buku. Alhamdulillah, tidak hanya informasi, kadang kala aku mendapatkan siraman rohani dari beberapa akun penerbit buku di Twitter.  Nah, kali ini aku akan membahas sebuah nasihat singkat yang melekat di dalam otakku. Nasihat singkat ini kudapat dari tweet akun Penerbit Mizan. Nasihat singkat ini juga berbuah hadiah untukku. Karena, aku berhasil memenangkan kuisnya untuk menjabarkan makna dari salah satu nasihat singkat tersebut. Maka dari itu, aku ingin membagikan nasihatnya di blogku ini. Bismillaahirrahmaanirrahiim... ---------------------- "Dalam amarah, tirulah jenazah" Apa maksudnya? Mengapa kita disuruh untuk meniru jenazah?  Jenazah itu terbujur kaku, tidak lagi bisa bergerak, hanya diam. Dalam menahan amarah, hal pertama yang bisa kita lakukan adalah diam. Diam bukan berarti menumpuk segala amarah den...

Gramedia dengan Dunia Digital

Image
Tik, tik, tik Detik demi detik berlalu Nit, nit, nit Menit demi menit berlalu Jam, jam, jam Jam demi jam berlalu Begitu seterusnya hingga Tuhan berniat untuk menghentikan dimensi waktu yang terus berjalan. Waktu demi waktu terus berlalu, melahap segala sesuatu yang berusaha menghalanginya. Tidak peduli siapa kamu, apa itu kamu, dimana kamu, bagaimana kamu, bahkan tak perlu lagi mendengar alasanmu. Bumi mengelilingi matahari tanpa absen sekalipun. Tidak lupa juga untuk berputar pada porosnya. Sisi gelap bergantian dengan yang terang. Begitu pula sebaliknya. Pergerakan waktu ini menumbuhkan rasa orientasi terhadap kemajuan. Manusia mulai bertransformasi , menjadi bagian dalam perubahan. Manusia mulai menyalurkan ilmunya untuk menciptakan sesuatu. Dengan diiringi semangat kerja keras yang melambung tinggi terbentuklah sebuah alat canggih, bernama teknologi. Tidak berhenti sampai disitu, manusia terus berusaha untuk mengembangkan teknologi tersebut. Be...

Indonesian Teenagers?

"Kamu ilang-ilangan aja aku tetep sayang" "Kalo dunia sempit, aku udah sama kamu kali" "Ketika cewe bilang 'gapapa' berarti dia 'ada apa-apa', ngerti nggak?" "Gausah caper kalo ngasih kepastian aja masih bercanda" "Gausah baper diliatin doi, itu karena dia punya mata" "Yaelah kacang lupa kulit, baru dapet temen baru aja udah ngesok" "Tamu gabakal masuk kalo tuan rumahnya ngga ngizinin masuk kok" "Capek, berangkat pagi pulang sore. Udah kayak orang kerja. Kita bukan robot pak, bu! Kita capek hidup dengan kurikulum pendidikan seperti ini" "Sekolah capek ya" "Gua gasuka matematika, gua suka bola" ............. dll Yaa, cuplikan "quotes" diatas menggambarkan potret generasi penerus bangsa Indonesia. Memang, tidak semuanya begitu. Namun, sebagian besar bertingkah seperti itu. Sedih bukan? Hanya mengeluh dan terus mengeluh. Lalu, jika yang di...

Si Babi Hutan

Image
               Si Babi Hutan. Bukan, dia bukan seekor babi yang sedang berkeliaran di sebuah hutan liar. Dia adalah tukang jagal nomor satu di keluarga Tong.  Dia memang tukang jagal, tetapi nilai logika, matematika, dan potensi akademik lainnya diatas rata-rata. Ia jenius.  Tidak perlu tiga kali menyebut namanya seperti ‘bento’ di lagu Iwan Fals, sekali sebut namanya semua orang yang mendengarnya akan segan. Si Babi Hutan, itulah sebutan nama untuknya.                                 Sejak mengetahui Tere Liye mengundurkan jadwal terbit novel “Hujan” saya cukup kecewa. Namun, ternyata beliau merilis novel lainnya yang berjudul “Pulang.” Dan sudah beredar di toko buku Gramedia. Langsung saja cusss ke Gramedia! Kebetulan hari itu saya mau pergi, jadi bisa mampir ke Gramedia. Pert...

Kutipan tentang Audisi di televisi (muslimahzone.arrahmah.com)

Audisi yang umumnya melibatkan karantina akan mengabadikan kegiatanmu sehari-hari. Ibadahmu disyuting. Tilawahmu dilaporkan ke khalayak. Sedih dan bahagiamu semua dalam pantauan kamera. Inikah yang memang kamu inginkan di masa muda? Muslimah yang kalah pulang, yang menang lanjut untuk kemudian mendapat hadiah dan sanjungan. Lalu apa yang membuat muslimah satu dianggap lebih baik atau lebih buruk daripada lainnya? Ibadah, hapalan, tilawah, akhlak, atau apa? Ingat, ini semua sifatnya cuma sementara. Ini hanya permainan dan senda gurau semata. Islam tak akan pernah bangkit dari kontes sejenis ini. Bila ajang kecantikan ini dianggap sebagai era mulai bangkitnya Islam, percayalah ini semua nol besar. Belum pernah satu pun ada peradaban di dunia yang menjadi besar karena kontes kecantikan. Sebaliknya, hancurnya satu negara itu sangat besar peranan perempuan di dalamya ketika ia mulai bertingkah. Muslimah, kita tak hendak menambah daftar panjang ini kan? Jadi, tolak tayanga...

Kutipan Cerita dari Seorang Ayah di Palestina

Di sebuah halte bus di wilayah Jabaliya, wajah-wajah khas Arab beralis tebal berjajar dalam sebuah lembaran poster kecil yang ditempel di papan dekat kursi tunggu. Sebagian besar lembaran kertas itu sudah lusuh karena air hujan yang mengering. Aksara Arab dituliskan di bawah foto, nama pemilik wajah di atasnya. Bukan, mereka bukan calon kepala daerah yang sedang mencitrakan diri, bukan juga orang-orang yang hilang karena perang. Mereka adalah orang-orang Jabaliya yang wafat ketika terjadi serangan oleh Israel. Seorang lelaki dengan jenggot setengah putih dengan antusias menunjukkan foto-foto dari dalam dompetnya kepada suamiku, dr. Basuki. Foto-foto anaknya yang syahid saat Israel membom Gaza City beberapa waktu yang lalu. Ini aneh, ujarku dalam hati. Heran benar orang-orang Palestina ini. Terbuat dari apakah jiwa mereka? Wajahnya berseri-seri saat menceritakan tentang anaknya yang telah wafat. Sama sekali tidak ada rasa sedih dalam kilau matanya. Yang ada hanya keba...