Posts

Showing posts with the label Refleksi Diri

Di Rumah

Tatkala rumah tak lagi menjadi "rumah" Tak lagi ada ramah tamah Rasa nyaman dan aman musnah Dilingkupi tangis dan amarah Digerayangi oleh resah Tumbuh subur rasa gundah Yang dipupuk mantra "baiklah" Memendam rasa gerah Karna selalu mengalah Dan terlihat lemah Baiklah, Kuakui bahwa aku lemah Akibat terlalu lelah Mencerna segalanya yang buat gelisah Meski begitu, Aku pantang menyerah

Desember Berkata

"Ah, akhirnya!" Ucapnya ketika aku datang. Dia masih sama, selalu tersenyum menyambut kedatanganku. Tak peduli seberapa buruk raut mukaku, akibat kelelahan berkepanjangan ini. Aku sungguh berterima kasih atas senyum indahnya. Tatkala aku duduk di sofa empuk itu, Ia berkata dengan tulus, "Terima kasih, terima kasih telah bertahan sampai sini. Aku tahu kamu kuat, tapi aku tetap ingin mengucapkannya saja." Aku hanya bisa tersenyum samar. Haha, Dia bilang apa? Aku kuat katanya? Hahahaha. Sudah gila dia, bagaimana bisa aku yang seperti ini, dikatakan kuat? Aku dapat bertahan, tapi bukan berarti kuat. Tidak, tidak. Aku sedang tidak mencari perhatian. Tidak pula butuh bantuan. Hanya mengatakan sebuah fakta. "Sebelas bulan perjalanan itu aku tahu tidaklah mudah, penuh tangis air mata, luka-luka yang kembali terbuka, amarah tertahan dan terbuang, yang mengikis pertahanan dengan sadis. Tapi bukankah, dib...

Pesan Terakhir

"Selamat malam!" Sapanya hangat padaku "Aku mau pamit" Sambungnya dengan tak nyaman Ternyata, Aku sudah lama terlena Hingga tiba waktunya Untuk kembali berpisah dengannya Malam ini, Malam ganjil terakhir Yang bahkan tak bisa kugenggam Tapi harus tegar dan ikhlas Saban kali hari ini datang, Tak pernah kuasa Tuk menahan tangis "Akankah ini jadi perjumpaan terakhirku denganmu? Sudahkah yang kali ini menjadi yang terbaik dihadapanNya?" Kemudian ia hanya tersenyum Barangkali ia tahu Atau tidak tahu Atau mungkin, tidak mau aku tahu Tentang jawabnya "Bersedihlah, Karena tak bisa menutup kepergianku Dengan dua rakaat kemenangan. Namun, jangan terlalu larut Karena kemenangan yang sesungguhnya Terjadi ketika kamu tetap teguh di jalan kebenaran" Ia berhenti sebentar Kemudian dilanjutkannya "Pertahankan yang dirasa sudah baik, Usahakan yang dirasa belum baik, Tinggalkan yang dirasa tidak baik, Jadikan aku sebagai ...

Salam Sayang

Kamu bilang, Hanya aku yang kamu tunggu-tunggu Kamu bilang, Tak sabar tuk berjumpa denganku Kamu juga bilang, Akan meluangkan waktumu Demi berpuas diri bersamaku Selama aku di sisimu Bulan beranjak Hari-hari berganti Jam dinding berdentang Hingga akhirnya aku sampai Di depan pintu rumahmu Dengan tulus kuucapkan Salam hangat Disertai senyum sumringahku "Wahai, aku telah datang! Aku yang telah kamu tunggu-tunggu, yang buatmu tak sabar tuk berjumpa" Kukira aku 'kan jadi Tamu istimewamu Yang 'kan disambut Dengan penuh suka cita Namun, nyatanya apa? Kamu malah bertanya "Ah, kenapa datang sekarang? Ini terlalu cepat" Kupikir, kedatanganku tak begitu cepat Kabarku ada tiap harinya Tuk jadi pengingatmu Bahwa aku akan datang Pada Minggu malam "Sudah waktunya, sayang" Jawabku dengan tenang "Tak apa, aku masih lama di sini. Kamu selesaikan saja urusanmu, aku akan setia menunggumu sampai batas waktuku tiba" ...